Senin, 20 Maret 2017

PRINSIP ETIKA DALAM BISNIS SERTA ETIKA DAN LINGKUNGAN

PRINSIP ETIKA DALAM BISNIS SERTA ETIKA DAN LINGKUNGAN


ETIKA BISNIS



DISUSUN OLEH: 
TITA SETIAWATI
(1A214787)
3EA43


MATA KULIAH ETIKA BISNIS
Dosen : STEVANI ADINDA NURUL HUDA, SE., M.IBF

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017



ABSTRAK
ETIKA BISNIS
Kata Kunci : Etika Bisnis dalam suatu perusahaan, faktor apa saja, cara untuk mengatasinya.
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggunakan etika bisnis dalam menjalankan usahanya. Etika bisnis merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu perusahaan agar terjadinya persaingan yang bersih dan sehat antar pelaku bisnis. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)  merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pemanfaatan sumber daya alam khususnya kayu. Namun perusahaan tersebut ternyata melakukan pelanggaran etika yaitu prinsip etika bisnis dalam hal ini adalah prinsip kejujuran dan prinsip ketidakadilan terhadap para karyawannya sendiri. Sehingga banyak karyawannya yang ingin pindah ke perusahaan lain.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Sebenarnya  apakah  yang  dimaksud  perilaku  etis itu? Etika  merupakan  keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk, yang mempengaruhi  hal  lainnya.  Nilai-nilai  dan  moral  pribadi  perorangan  dan  konteks  sosial menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai  perilaku  yang  etis  atau  tidak etis.  Dengan  kata  lain,  perilaku  etis  merupakan  perilaku  yang  mencerminkan  keyakinan perseorangan  dan norma-norma sosial  yang  diterima  secara  umum  sehubungan  dengan tindakan-tindakan  yang  benar  dan  baik.  Perilaku  tidak  etis  adalah  perilaku  yang  menurut keyakinan  perseorangan  dan  norma-norma  sosial  dianggap  salah  atau  buruk.  Etika  bisnis adalah  istilah  yang  biasanya  berkaitan  dengan  perilaku  etis  atau  tidak  etis  yang  dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi (Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert, 2007). 
Etika  merupakan  keyakinan  mengenai  tindakan  yang  benar  dan  yang  salah,  atau  tindakan yang  baik  dan  yang  buruk,  yang  mempengaruhi  hal  lainnya.  Nilai-nilai  dan  moral  pribadi perorangan  dan  konteks  sosial  menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai perilaku  yang etis atau tidak etis. Etika bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi. Etika mempengaruhi  perilaku pribadi di lingkungan  kerja. Etika bisnis merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu perusahaan agar terjadinya persaingan yang bersih dan sehat antar pelaku bisnis. Tanggung  jawab  sosial  adalah  sebuah konsep  yang  berhubungan, namun merujuk pada seluruh cara bisnis berupaya menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan pribadi dalam lingkungan sosialnya. Kelompok  dan  individu  itu  sering  kali  disebut  sebagai  pihak  yang  berkepentingan  dalam organisasi. Mereka  adalah kelompok, orang, dan  organisasi  yang dipengaruhi langsung oleh praktek-praktek  suatu  organisasi  dan  dengan demikian berkepentingan  terhadap  kinerja organisasi  itu. Pihak-pihak  utama  yang berkepentingan yaitu karyawan, investor, komunitas lokal, pelanggan, pemasok. Kepercayaan kerja dapat timbul jika kita mempunyai etika dan moral dalam melakukan bisnis. Etika bisnis selain dapat menjamin kepercayaan juga dapat menjaga loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan.
Namun pada kenyataanya banyak hal-hal yang dilakukan oleh suatu perusahaan demi maju dan berkembangnya bisnis mereka, seperti yang terjadi pada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang melanggar prinsip etika bisnis terhadap karyawannya. Oleh karena itu penulis akan berusaha membahas dan mencari cara untuk mengatasi pelanggaran tersebut.
1.1        Rumusan dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
Dari penjelasan diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.  Apakah Apakah PT Riau Andalan Pulp and Paper menggunakan etika bisnis dalam menjalankan bisnisnya? 
 2. Jika PT Riau Andalan Pulp and Paper tidak menggunakan etika bisnis, apakah bentuk pelanggarannya, faktor penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.
1.2.2. Batasan Masalah
Agar Pembahasan tidak meluas kemana saja, maka penulis memberikan batasan masalah hanya pada pelanggaran etika pada PT Riau Andalan Pulp and Paper.
1.3     Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penulisan untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Etika Bisnis dalam membuat jurnal tentang Etika Bisnis. Maksud dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1 1.      Untuk mengetahui etika bisnis pada PT Riau Andalan Pulp and Paper.
22.      Untuk mengetahui pelanggaran, faktor penyebab dan cara mengatasinya apabila tidak menggunakan etika bisnis.
1.4      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang hendak dicapai berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi Penulis
Diharapkan penelitian ini berguna untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang pentingnya etika dalam menjalankan sebuah bisnis.
2.      Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dalam bilang kewirausahaan khususnya tentang pelanggaran etika dalam bisnis, sehingga dapat menjadi bahan acuan bagi siapa saja untuk kedepannya dalam memulai sebuah bisnis.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Etika
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 1993:4). Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru ( Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1998), mempunyai arti : ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
2.2. Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
1.3.   Macam - macam prinsip etika
Menurut pendapat Michael Josephson, ada 10 prinsip etika, yaitu:
  1.  Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus-terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.
  2.  Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hati, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat, dan dapat dipercaya.
  3.   Memeliharan janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, patuh, tidak menginterpretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalitas dengan dalih ketidakrelaan.
  4.  Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan, dan negara, tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia, begitu juga dalam suatu konteks profesional, menjaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan profesional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta konflik kepentingan.
  5.  Kewajaran/keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaa, serta tidak bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
  6.  Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
  7.  Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak merendahkan dan mempermalukan martabat orang lain.
  8.  Warga negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu mentaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, dan menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
  9.  Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan pesonal maupun pertanggungjawaban profesional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi. 
  10.  Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya serta selalu memberi contoh.
 1.3.   Hal-Hal Yang Harus Diketahui Dalam Menciptakan Etika Bisnis
Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu:
1.      Produk yang baik
2.      Managemen yang baik
3.      Memiliki Etika

Dalam menciptakan etika bisnis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  1.  Pengendalian diri
  2.  Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility
  3.  Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
  4.  Menciptakan persaingan yang sehat
  5.  Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
  6.  Menghindari sifat KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang dapat merusak tatanan moral
  7.  Harus mampu untuk menyatakan hal yang benar itu adalah benar.
  8.   Membentuk sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
  9.  Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
  10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
  11.  Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan maupun perundang-undangan.
2.5    Jenis masalah yang dihadapi dalam Etika
 1 Sistematik
 Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporation
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

2.6.   Tanggung Jawab Suatu Perusahaan
Selain etika, yang tidak kalah pentingnya adalah pertanggungjawaban sosial perusahaan. Etika sangat berpengaruh terhadap tingkah laku individual. Tanggung jawab sosial mencoba menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lingkungan sosial, seperti pelanggan, perusahaan lain, karyawan, dan investor. Tanggung jawab sosial menyeimbangkan komitmen-komitmen yang berbeda. Menurut Zimmerer, ada beberapa macam pertanggung jawaban perusahaan, yaitu:
  1.  Tanggung jawab terhadap lingkungan. Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memerhatikan, melestarikan, dan menjaga lingkungan, misalnya tidak membuang limbah yang mencemari lingkungan, berusaha mendaur ulang limbah yang merusak lingkungan, dan menjalin komunikasi dengan kelompok masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.
  2.  Tanggung jawab terhadap karyawan. Semua aktivitas manajemen sumber daya manusia seperti peneriman karyawan baru, pengupahan, pelatihan, promosi, dan kompensasi merupakan tanggung jawaab perusahaan terhadap karyawan.Tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan dapat dilakukan dengan cara:
a.       Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan.
b.      Meminta input kepada karyawan.
c.       Memberikan umpan balik positif maupun negatif.
d.      Selalu menekankan tentang kepercayaan kepada karyawan.
e.       Membiarkan karyawan mengetahui apa yang sebenarnya mereka harapkan.
f.       Memberikan imbalan kepada karyawan yang bekerja dengan baik.
g.      Memberi kepercayaan kepada karyawan.
  1. 3Tanggung jawab terhadap pelanggan. Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pelanggan menurut Ronald J. Ebert (2000:88) ada dua kategori, yaitu (1) Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas; dan (2) Memberikan harga produk dan jasa yang adil dan wajar. Tanggung jawab sosial perusahaan juga termasuk melindungi hak-hak pelanggan. Menurutnya, ada empat hak pelanggan, yaitu:

a)      Hak mendapatkan produk yang aman.
b)      Hak mendapatkan informasi segala aspek produk.
c)      Hak untuk didengar.
d)     Hak memilih apa yang akan dibeli.
Sedangkan menurut Zimmerer (1996), hak-hak pelanggan yang harus dilindungi ada 5 meliputi:
a.       Hak keamanan. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan harus berkualitas dan memberikan rasa aman, demikian juga kemasannya.
b.      Hak mengetahui. Konsumen berhak untuk mengetahui barang dan jasa yang mereka beli, termasuk perusahaan yang menghasilkan barang tersebut.
c.       Hak untuk didengar. Komunikasi dua arah harus dibentuk, yaitu untuk menyalurkan keluhan produk dan jasa dari konsumen dan untuk menyampaikan berbagai informasi barang dan jasa dari perusahaan.
d.      Hak atas pendidikan. Pelanggan berhak atas pendidikan, misalnya pendidikan tentang bagaimana menggunakan dan memelihara produk. Perusahaan harus menyediakan program pendidikan agar pelanggan memperoleh informasi barang dan jasa yang akan dibelinya.
e.       Hak untuk memilih. Hal terpenting dalam persaingan adalah memberikan hak untuk memilih barang dan jasa yang mereka perlukan. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah tidak mengganggu persaingan dan mengabaikan undang-undang antimonopoli (antitrust).
2.    Tanggung jawab terhadap investor. Tanggung jawab perusahaan terhadap investor adalah menyediakan pengembalian investasi yang menarik, seperti memaksimumkan laba. Selain itu, perusahaan juga bertanggung jawab untuk melaporkan kinerja keuangan kepada investor seakurat mungkin.
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat. Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya, misalnya menyediakan pekerjaan dan menciptakan kesehatan serta kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan tersebut berada.

1.3.       Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis
Ada 3 sasaran dan lingkup pokok etka bisnis disini yaitu:
1.      Pertama etika bisnis mengimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Bisnis yang baik dan etis akan mempengaruhi keberhasilan usaha dalam jangka panjang, Dan berfungsi menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik dan etis demi nilai-nilai luhur tertentu dan demi kepentingan bisnisnya sendiri. Etika bisnis dalam lingkupnya yang pertama ini tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut secara eksternal
2.      Kedua ialah untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga. Pada tingkat ini berfungsi untuk menjaga hak hak masing masing dan kewajiban masing masing agar tidak terdapat kecurangan kecurangan yang berfungsi untuk mengambil hak dan kewajiban setiap orang yang bersifat merugikan orang tersebut, disini dituntut harus mengutamakan keadilan dalam setiap bisnis yang dilaukan oleh para pelaku pelaku bisnis.
3.      Ketiga ialah etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat etis atau tidaknya suatu praktek bisnis. Pada tingkatan ini etika bisnis berbicara tentang oligopoly,monopoli,kolusi dan praktek semacamnya yang akan merugikan dan mempengaruhi suatu ekonomi di suatu Negara. Disini diperlukan pentingnya legal-politis bagi praktek yang baik, yaitu sangat pentingnya hukum dan aturan bisnis serta pera pemerintah yang efektif menjamin keberlakuan aturan bisnis tersebut secara jelas dan konsekuen tanpa pandang bulu.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1.1.      Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah PT. Rian Andalan Pulp and Paper yang terletak pada dua lokasi, lokasi pabrik di desa pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelawan, Provinsi Riau 80km sebelah timur dari Kota Pekanbaru dan jaraknya 5km dari sungai Kampar. Sedangkan kantor pusat terletak di Jl. Jendral Sudirman, gedung BNI lantai 2 20-22, Jakarta.

1.2.      Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan ini penulis memperoleh data yang digunakan dengan studi perpustakaan yaitu dengan cara membaca, mengumpulkan referensi-referensi dari buku maupun internet dan literatur yang sesuai dengan pembahasan masalah tentang etika bisnis dan pelanggaran mengenai etika bisnis.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Profil Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper
Suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pembuatan pulp dan kertas. Perusahaan  ini didirikan oleh bapak Sukanto Tanoto yang lahir pada tahun 1949 yang bermula dari bisnis keluarga hingga menjadi bisnis internasioanl. PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan anak perusahaan Raja Garuda Mas Internasional yang merupakan pemegang saham utama pada APRIL group ( Asia Pacific Resource Internasioanal Holding Ltd.)berkedudukan di Jakarta pada tahun 1989, pada tahun 1995 perusahaan ini mulai beroperasi di provinsi Riau tepatnya di desa Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan, dengan kapasitas hasil produksi mencapai 750.000 ton pulp pertahun.
PT Riau Andalan Pulp and Paper melakukan distribusi pemasaran pulp keluar negeri sekitar 85% dan sisanya 15% dijual pada perusahaan di dalam negeri. Hasil produksi di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika, China, Korea, India, Taiwan, Japan, Australia dan negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.
PT Riau Andalan Pulp and Paper dibangun dan dirancang untuk mengusahkan pulp dan kertas berkualitas tinggi, dimana pulp diproduksi secara kimia dengan proses sulfat(kraft). Sistem kontrol diperusahaan ini telah masuk kedalam system ISO ynag digunakan sebgai tanda untuk menentukan kualitas dunia dari suatu produk. Beberapa bahan kima yang digunakan dipabrik diantaranya adlaah CIO2, CL2, NaCl.
            Selain itu PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan perusahaan swasta yang berkembang pesat dan mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO 14001. Perusahaan ini menggunakan teknologi produksi yang canggih yaitu superbatch administator digester system dan sistenm produksi yang telah baik dengan pengontrolan yang canggih serta manaejemen yang telah baik, baik dari segi produksinya maupaun pada tingkat cooperate.

4.1.1 Sistem Pengupahan
Perusahaan akan membayar upah berdasarkan rangking, status jabatan, prestasi dan kepemimpinan. Upah yang dibayar kepada para pekerja termasuk gaji pokok, tunjangan dna lembur.
Kenaikan gaji berdasrkan penyesuaian ekonomi tahunan dan nilai. Nilai kenaikan upah berdasarkan prestasi karyawan dan upah karwayan akan ditinjau setiap bulan April. Untuk tenaga kerja Indonesia akan menerima THR sebagaimana peraturan ketenagakerjaan Indonesia, setelah 12 bulan masa kerja. Karyawan yang telah bekerja 3 bulan atau lebih akan diberi THR sebgaimana peraturan perushaan. Pembayaran tunjangan dilaksanakan 2 minggu sebelum hari raya/tahun baru dan tidak berlaku untuk tenaga kerja asing. Bonus ditentukan berdasrakan prestasi karyawan dan perusahaan.

4.2. Permasalahan
Akibat persaingan kurang sehat pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang diiming-imingi kenaikan gaji. Berawal dari kekecewaan dengan management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari perusahaan dan hijrah Ke PT Indah Kiat.
Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung terealisasi.
Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu. Tak tanggung - tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.
Beberapa Top Management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan Jumandri dan Jhoni W Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, tempat beberapa karyawan PT Riau Andalan Pupl and Papaer (RAPP) akan melakukan interview dengan PT. Indah Kiat.
Berdasarkai salah satu karyawan di lokasi kejadian, memang ada beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan
PT Riau Andalan Pupl Paper (RAPP) membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel. Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) Wan Zak mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak akan segampang itu untuk keluar dari perusaahan.
Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah karyawan HRD PT Riau Andalan Pulp Paper, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis. Ia menambahkan selama ini karyawannya telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek yang cukup handal lalu kenapa tiba-tiba ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat.

4.3. Analisa Masalah
Menut penulis disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran, prinsip keadilan dan prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai pemberian bonus jika target perusahaan tercapai, perjanjian yang disepakati bersama telah diabaikan oleh PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) sehingga menimbulkan kekesalan para karyawannya dan mengakibatkan banyak yang mengancam keluar dari perusahaan.
Sedangkan pada prinsip keadilan , disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut, di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya, tetapi persuahaan malah mengaibakannya hanya memikirkan keuntungan perushaan tanpa memikirkan nasib para karyawannya.
Dan yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) padahal akan lebih baik dan bijak jika kedua belah pihak sama-sama merasa keuntungan yaitu di pihak perusahaan telah mencapai targetnya dan di pihak para karyawannya akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka yaitu bonus dari kerja keras mereka selama ini. Jika saja perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.
Untuk PT Indah kiat juga sebaiknya tidak langsung mengambil kesempatan dalam kesempitan pada situasi yang dialami oleh PT Riau Andalan Pulp Paper, karena permasalahan antara PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) dengan para karyawannya belum selesai tidak diketahui secara pasti, akan lebih baik bijak seandainya jika PT Indah kiat tidak mengambil keuntungan dari konflik tersebut.
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dalam kehidupan berbisnis di zaman sekarang etika bisnis sangat diperlukan sekali, karena dengan memiliki etika bisnis dalam menjalankan suatu perusahaan maka akan mengurangi hal-hal yang merugikan baik dari pihak perusahaan, pihak karyawan - karyawannya maupun lingkungan eksternal perusahaan yang tidak akan ada yang dirugikan dan tidak akan ada yang menjadi korban. Tetapi jika dalam suatu perusahaan tidak menggunakan etika bisnis maka akan merugikan salah satu pihak tersebut seperti pada kasus PT Riau Andalan Plup and Paper yang melakukan pelanggaran etika bisnis dengan tindakan ketidak jujuran dan ketidak adilan terhadapa para karyawannya akan janji yang telah diberikan perusahaan. Akibat hal ituh tentu saja akan membawa dampak yang tidak baik bagi kelangsungan hidup perusahaan. PT Riau Andalan Pulp and Paper telah membohongi  dan mengikari janji kepada para karyawannya. Berdasarkan inti uraian pembahasan, yaitu mengenai kasus pelanggaran etika dalam bisnis khususnya dalam hal ketidak jujuran, ketidak adilan yang telah dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper terkait masalah pemberian bonus kepada para karyawannya yang telah ada perjanjian antara pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper dengan pihak karyawannya.

5.2.Saran
1.      Bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper agar lebih memperhatikan lagi kelangsungan hidup para karyawannya dengan jangan memberikan iming-iming yang nantinya tidak akan dapat terlealisasikan. Sebaiknya hasil kerja keras karyawan dibayar dengan apa yang telah mereka kerjakan. Dengan begitu maka pelanggaran dalam prinsip etika bisnis dapat dihindarkan demi masa depan perusahaan tersebut.
2.      Apabila dalam suatu perusahaan sedang terjadi permasalahan internal, jangan sekali-kali bagi perusahaan lain untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. Agar kehidupan bisnis dinegara kita akan semakin maju berlandaskan pada kejujuran, keadilan dan perbuatan-perbuatan yang baik serta melakukan persaingan dengan cara sehat.

DAFTAR PUSTAKA
K. Bertens. 1993. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Ricky  W.  Griffin  dan  Ronald  J.  Ebert,  2007.  Business,  Edisi  Kedelapan,  Jilid  1,  Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ETIKA BISNIS (Perilaku Bisnis Yang Melanggar Etika) TITA SETIAWATI 1A214787 3EA43 MATA KULIAH ETIKA BISNIS Dos...